Postingan

Menampilkan postingan dengan label sikap

Yakin Siap Nikah?

Sepertinya obrolan tentang menikah mulai kian santer mengelilingi tempat duduk saya, mungkin sudah waktunya. begitu teman saya berbisik ketika saya bertama kenapa semua orang banyak sekali berbicara masalah ini. dari teman sekantor saya bekerja sampai teman kuliah saya dulu, obrolannya tak jauh dari "menikah". setiap akhir pekan timeline instagram saya selalu penuh dengan foto pernikahan, mungkin memang sudah saatnya saya juga mempersiapkan diri dengan pertanyaan kapan nikah? kapan nyusul? Bagi saya pernikahan itu hal yang sangat sakral dan benar-benar harus dipikirkan dengan masak-masak. Pernikahan bukan hanya persoalan jatuh cinta dan menyatukan dua manusia dengan ikatan yang halal menurut kepercayaan masing-masing. Untuk saya pribadi menikah artinya mengawinkan dua buah keluarga dengan latar belakang yang berbeda. Bukan hanya itu, menikah artinya saya atau kamu harus membunuh ego. Menikah artinya menyatukan dua individu dengan karakter yang berbeda dalam satu ikatan...

Aku Tuhan dan Iman

"saya sudah lama tidak berdo'a" katanya pada saya. "Tuhan terlalu baik, Dia memberikan apapun yang bahkan tidak saya minta" lanjutnya lagi. Saya ikut diam tidak tahu harus menjawab apa, Allah mahabaik tak perlu meminta Dia pun memberi. Namun Doa tak hanya saja meminta, ini juga sebagai media berkomuikasi dengan Nya. "lantas nikmat Tuhan mu yang manakah yang hendak kau dustakan?" Tuhan tahu segala aktivitas mu, tetapi akan lebih romantis jika kamu ceritakan kembali perasaanmu. sesungguhnya Tuhan tahu bagaimana perasaanmu, namun jauh lebih baik kau curahkan agar kamu menjadi lebih dekat. "sesungguhnya Tuhan mu lebih dekat dibanding urat nadimu"   Saya terdiam tak tahu harus berucap apa mengingat semua kalimat-kalimat diatas disampaikan oleh seorang guru bererapa waktu lalu. hati saya terasa kering sudah lama tak mendengar petuah dari para alim, iman saya seperti dalam keadaan kritis. saya takut Tuhan marah, saya takut sudah tidak...

terimakasih dan selamat beristirahat

Pertanggal 21 oktober yang lalu negriku Indonesia punya pemimpin baru. Pemimpin yang akan menjadi nahkoda yang dipercayai oleh seluruh penumpang dan awak kapalnya.  disaat itu pulalah presiden dan wakil persiden lama harus menyingkir, meninggalkan istana negara yang sudah banyak kenangan serta segala tangung jawab dan beban yang telah mereka pikul di tahun sebelum-sebelumnya. Kini Indonesia punya presiden dan wakil presiden yang baru. Tapi kita tak beleh lupa bahwa ada kontribusi besar yang telah persiden dan wakilnya lakukan selama tahun-tahun terakhir. Maka sudah selayaknya kita mengucapkan terimakasih pada keduanya yang tak pernah lelah mengurus Indonesia. terimakasih atas pengorbanan dan dedikasimu untuk Indonesia terimakasih Pak SBY. terimakasih Pak Budiyono terimakasih untuk Indonesia lima tahun terakhir selamat beristirahat, selamat menikmati saat-saat indah bersama keluarga selamat berlibur, selamat menikamti kehidupan yang jauh luar biasa ...

aku memanggil mu hati

Gambar
sumber: womenhealt.org Dunia benar-benar sudah tidak aman, tidak buat aku bahkan juga buat kamu. Orang baik sepertinya sudah benar-benar lenyap dari permukaan bumi, saat ini yang akan kamu jumpai adalah orang-orang yang berpura-pura baik demi sebuah kepentingan. Aku tak yakin kamu akan baik-baik saja mendapati dunia yang sudah mulai menjengkelkan ini. Tentu saja aku tak selamanya bisa menjagamu, tidak dengan keadaanku yang seburuk ini. Kamu mungkin harus bersembunyi ditempat paling gelap sekalipun, karena aku tak ingin mereka menemukan dan membunuhmu dengan kejam. Aku ingin kamu tetap hidup agar manusia yang lahir setelahku masih bisa menikmati dunia yang indah ini. Aku harap kamu mengerti, betapa berharganya dirimu. Betapa berbahayanya mereka jika kamu ditemukan. Kamu masih ingat mereka telah membunuh sahabat-sahabatmu dengan keangkuhan dan keserakahan. Kamu harus kuat, karena kamu satu-satunya pembawa harapan. Aku berjanji akan menemukan sahabatmu yang lain, sa...