Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerpen

Perempuan Fajar

Gambar
  Disetiap pagi, saat ayam jantan belum berkokok saat fajar masih malas untuk bangun. Sepasang mata yang teduh telah menyapa gelap. Gemericik air mengalir dari padasan sayup-sayup terdengar, kemudian dengan langkahnya yang tegas ia berdiri dan bersujud mendoakan keluarganya agar senantiasa berbahagia. perempuan dalam balutan fajar yang tak berhenti bergerak hingga senja menghilang. selepas subuh perem p uan itu sibuk di dapur, menyalakan kompor dan mempersiapkan masakan untuk semua orang. tak pernah ada keluahan yang keluar dari bibir merahnya, meskipun ada sedikit lelah yang menggelayut di ujung mata. Dia perempuan yang jika dimeja makan selalu mengambil makanan paling akhir, dan memastikan setiap orang telah menerima bagiannya masing-masing. Dia adalah perempuan hebat, permpuan yang menjadi cinta pertama bagi setiap anak laki-laki, perempuan yang menjadi idoal dari setiap anak perempuan. aku bisa memanggilnya mamak...

Cermin

Gambar
https://www.notonthehighstreet.com Sebuah cermin menggantung di sudut ruangan putih, kemudian tersenyum cermin itu pada setiap pengunjung yang mendekatinya. di perlihatkannya hal-hal baik yang membuat manusia selalu bahagia dan melupakan kesedihannya. Dalam waktu yang singkat cermin itu menjadi buah bibir disetiap setiap kota. Semua orang membicarakan keajaiban cermin itu, di toko kelontong, di kedai kopi, di pasar tradisonal hingga pasar modern.  hingga sampailah berita ini pada seorang pria muda yang sudah lama kehilangan hasrat untuk tersenyum.keesokan paginya saat matahari berum bangun, dan ayam jantan belum berkokok pria muda itu mengambil kunci motornya dan brgegas untuk ikut melihat secara langsung keajaiban cermin itu. bagi pria itu tersenyum kembali atau tidak itu tiada beda untuknya. Dia hanya penasaran dengan apa yang dikatakan oleh semua orang.  Sampai di depan cermin itu dia melihat pantulan dirinya yang amat sangat menyedihkan. Benar-benar...

A Cup Of Tea

Gambar
  Tak ada yang lebih nikmat dibandingkan segelas Teh hangat di pagi hari ditemani sepiring mendoan panas. Perempuan itu baru saja terbangun setelah bersitirahat sebentar dari perjalannaya yang cukup jauh. Dilihatnya Ayah dan Ibunya tengah duduk bersanding dengan segelas teh hangat dan mendoan panas, bahkan miliknya pun sudah disediakan. Tak ada yang lebih nikmat dibandingkan duduk melingkar bersama keluarga terkasih, berbagi makanan dan cerita sambil menyesap aroma wangi teh yang baru diangkat dari penggorengan. Kini setelah sekian lama meninggalkan rumah perempuan itu bisa kembali menyapa Ayah dan Ibunya yang kini makin renta. "menjadi orang tua dari seorang anak perempuan artinya harus siap kehilangan, Ayah dan Ibu merestui" Tak lama lagi, setelah kedatangannya perempuan itu harus kembali pergi. menjalani kehidupannya sebagai seorang istri. "Kamu akan menjadi istri dari seorang laki-laki, tapi kamu masih tetap gadis kecil kami. jadi sering-seringl...

Gadis Pemalu

Aku gadis pemalu yang menatapmu tapi tak sanggup menyapa, aku gadis pemalu yang selalu menontonmu berlalga tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena aku terlalu malu bahkan untuk sekedar tersenyum padamu. “permisi, boleh ikut duduk disini?” tanyamu padaku di sore itu. Aku terkejut melihatmu tiba-tiba berada tepat didepanku, aku hanya mengangguk dan kembali ke buku yang sedari tadi menjadi temanku. Berharap kamu tak melihat perubahan warna di mukaku yang memerah karena malu. “anak baru ya?” katamu yang sudah duduk manis disamapingku. “eh... aku?” kataku gugup “iya... kamu anak baru, kok rasanya baru kali ini aku ketemu” Aku tersenyum malu, sebegitu tak dikenalnya aku. Bahkan selama satu tahun kemarin masih ada orang yang tak pernah menganggapku ada. Mungkin aku tak pernah berpengaruh dalam kehidupannya. “ini tahun kedua aku sekolah disini” kataku sambil menatap langit.   Aku tahu kamu sedikit tak enak hati dengan pernyataanmu tadi.   “aku pe...

Pulang

Gambar
ulasanasal.blogspot.com Seorang wanita paruh baya sedang menjahit mantel tua, mantel usang yang sudah bolong pada bagian punggung dan lengannya sudah koyak. Warna hitam yang dulu sempat bersemayam sudah mulai berubah menjadi keabu-abuan. Tangannya dengan lincah mengayunkan jarum dan benang menjadi satu kesatuan yang mengikat tambalan dengan halus dan rapi. Wanita itu tersenyum puas melihat hasil jahitan yang baru saja ia selesaikan. Pikirannya terbang mengingat putra semata wayangnya yang kini ada di tanah orang. Sudah dua bulan dia tidak pulang, hanya sesekali ia menelpon menanyakan kabar atau sekedar meminta kiriman. Ini tahun kedua bagi putranya pergi meningglkan rumah dan ke tanah rantau yang berjarak empat jam dari rumah. Sejak awal sebenarnya ia sedikit tidak rela membiarkan putranya pergi, namun anak yang ia cintai meyakikan bahwa ia berjanji akan pulang setiap bulan untuk mengunjungi bapak dan ibunya. Diambilnya telepon gengam yang sedari tadi diam diatas meja...

Lewat Diam

Gambar
makhluklemah.wordpress.com Entah sampai kapan Kamu akan tetap bisu, membiarkan Aku dalam tanya besar yang setiap waktu memburu meminta jawaban. Kamu tak berubah masih sama seperti dulu memilih diam dan memendam semuanya sendirian. Bukankah Kita sudah lama bersahabat, lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk Kita saling mengenal. Masihkah Kamu belum mempercayaiku untuk menjaga rahasiamu. Rasanya mana pernah Aku menceritakan rahasiamu pada orang lain, tapi kenapa Kamu diam. “lusa nenek ulang tahun, Kamu akan datangkan? Sudah lama Kamu tidak main ke rumah Res” “iya Aku akan datang, Amanda ikut?” tanyamu. “tentu saja, akan Aku kenalkan Amanda pada nenek pasti Dia suka” jawabku riang, Amanda sosok baru yang mengisi hidupku. Aku mengenalnya dua bulan yang lalu sewaktu mengkuti seminar ekonomi. “tentu Nenek akan suka, Amanda sangat cantik” katamu tak bergairah lalu meninggalkan aku duduk di bangku panjang sendiri. Aku yakin Kamu sedang datang bulan, moodmu selalu buru...