Fujinama Satoru merasa gagal dalam hidupnya, ada penyesalan dimasa lalu yang membuat hidupnya menjadi berantakan. diusinya yang ke 29 dia gagal menjadi mangaka dan hanya bekerja sebagai seorang pengantar pizza. Hingga dia menyadari satu kekuatan aneh yang ia sebut Revival yang bersarang pada dirinya. Kemampuan ini menjadikan dia mampu mengubah masa depan, dan menyelamatkan nyawa orang lain. Kalau kalian suka dengan tontonan bergenre mistery serial yang satu ini sangat cocok, plotnya maju mundur tapi tetep seru. perjuangan buat mengubah masa depan, trik and trik buat mencegah masa depan yang buruk dan ending yang tak terduga. Emosi kalian bener-bener bakal diaduk-aduk naik turun bikin gereget. meskipun di beberapa saat alurnya datar cuman ini keren. Jadi seandainya kalian punya kemampuan Revival seperti Satoru apa yang akan kalian lakukan? Masa depan seperti apa yang ingin kau ubah atau kau dapatkan.....
first time i'm at Bandung, i have dream about my father. it's not a beautiful dream, i know i was cry when i wake up from the slept. in the morning when i'm at ITB my sister send me a message. she asking me when i'm back to home. i told him i still any work at my campus till tomorrow (today) because my project (PKM) didn't finish and today is deadline. so i must upload that to simlitabnas. my father was sick, so i must go home today. i hope he will get well soon, yeah i hope you who read my note can be bless for him.
"Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman Tinggalkan negrimu dan merantaulah ke negeri orang Pergilah dan kau kan dapatkan penganti dari kerabat dan teman" Syair ini selalu membuat saya galau, antara pulang dan merantau. antara tinggal dan menghabiskan waktu di kampung halaman dengan pergi ke kota atau negeri sebrang. yang jelas kemanapun saya pergi saya pasti akan "pulang". Pertengahan tahun lalu saya memutuskan untuk pulang (dalam arti sebenarnya) saya mengemasi barang barang saya dan membawanya ke rumah. menginggalkan rastusan kenangan yang pernah saya lalui selama dikota hujan. hingga akhir tahun lalu saya masih di rumah, saya menyebutnya sebagai liburan. dan menaganggap ini adalah sarana pengabdian sebelum saya merantau (lagi). Banyak hal yang saya pelajari selama (pengangguran) di rumah, saya mulai menyambangi kebun dan sawah (lagi). saya belajar menjadi petani seperti yang dilakukan oleh kedua orang tua saya. saya pun bertem...
Komentar
Posting Komentar